Iwan Fals
Nelayan
Nelayan

Bocah telanjang dada di pesisir
Tunggu kembalinya bapak tercinta
Yang pergi tebarkan jala di sana
Berjuang di atas perahu tunggakan KUD

Ibu dengan kebaya yang kemarin
Setia dari balik dapur menanti
Suaminya telah seminggu pergi
Tinggalkan rumah, tinggalkan sejengkal harapan

Langkah waktu lamban
Bagai kura-kura
Ikan-ikan datang mimpi

Siang ganti malam
Tetap sabar
Suamipun pulang, lelah

Sambil berlari sang bocah hampiri bapak
Tagih janji yang dipesan ketika pergi
Sementara istrinya
Hanya memandang dengan senyum pasti
(Sekilas terlintas hutang-hutang yang membelit)
Sang bocah tak peduli
Menangis keras tetap tagih janji
(Perahu tunggakan KUD belum terbayar)
(Belum lagi tagihan rеntenir seberang jalan)
(Nеlayan kecil, hasil kecil, nasibpun kecil)
(Terjerat jala dihantam kerasnya gelombang)
(Perahu tunggakan KUD belum terbayar)

Hitam
Hidup

Langkah waktu lamban
Bagai kura-kura
Ikan-ikan datang mimpi

Siang ganti malam
Tetap sabar
Suamipun pulang, lelah

Sambil berlari sang bocah hampiri bapak
Tagih janji yang dipesan ketika pergi
Sementara istrinya
Hanya memandang dengan senyum pasti
(Sekilas terlintas hutang-hutang yang membelit)

Sang bocah tak peduli
Menangis keras tetap tagih janji
(Perahu tunggakan KUD belum terbayar)
(Belum lagi tagihan rentenir seberang jalan)
(Nelayan kecil, hasil kecil, nasibpun kecil)
(Terjerat jala dihantam kerasnya gelombang)
(Perahu tunggakan KUD belum terbayar)
(Perahu tunggakan KUD belum terbayar)
(Belum lagi tagihan rentenir seberang jalan)
(Nelayan kecil, hasil kecil, nasibpun kecil)
(Terjerat jala dihantam kerasnya gelombang)
(Perahu tunggakan KUD belum terbayar)

Hitam
Hidup
Hitam
Hidup