Hindia
WAWANCARA LIAR PT. III
[Lirik “WAWANCARA LIAR PT. III”]

[Skit: Kristo Immanuel & Iyas Lawrence]
Dulu saat saya pelatihan, sempat terjadi perundungan yang luar biasa sehingga berita itu menyebar luas
Bahkan keluar dari institusi, akibat dari 1-2 orang sampai masyarakat tidak percaya dengan kami
Karena 1-2 orang ini, seluruhnya menjadi rusak
Namun bagaimana nasib kami yang tidak melakukan apa-apa?
Bukannya karena kami tidak peduli, bukannya karena kami membiarkan ini terjadi. Bukan
Karena saat itu kami takut, Mas
Tidak ada yang bisa kami lakukan selain diam
Tapi kami dicap yang sama seperti yang melakukan perundungan tersebut
Apa adil?
Perundungan di pelatihan, di sekolah sama saja
Dan sama hasilnya, semua dicap
Satu merusak, semuanya rusak
Korupsi itu kewajaran bagi sebuah negara
Gini, saya ralat:
Banyak negara lain merasakan hal yang sama, terutama untuk negara berkеmbang
Kalau boleh tahu, mungkin
Gaji sampeyan berapa?
Saya mеrasa tidak nyaman menyampaikan
Sembilan, sepuluh juta? Sebelas?
Sekitar segitu, lah
Saya tebak, melihat dari baju, sepatu dan jam tangan yang Mas pakai
Gaji teman-teman saya itu enam juta, Mas, sebulan
Bahkan banyak yang tidak sampai enam juta
Pangkatnya mungkin lebih tinggi dari dia nih, ajudan saya
Ibaratnya begini:
Saya ini dikasih sapu, tapi yang mereka minta adalah mengubah Bantar Gebang menjadi sebersih aula masjid
Punya waktunya aja ndak
Kita tahu apa yang akan datang sebentar lagi, Pak
Dan lucunya, mungkin sebagai masyarakat kami hanya bisa melihat bahwa di bawah payung yang sama, ketidaksetujuan antara pemimpin sedang terjadi
Perlombaan ini seperti lomba 17-an, tetapi di skala yang jauh lebih besar
Mengkhawatirkan
Menakutkan, Pak
Bapak adalah nama yang selalu muncul
Menurut Bapak, apakah ini kewajaran?
Umur sampeyan berapa?
Hampir 30, Pak
Ingat pemilu beberapa tahun yang lalu? Sebelumnya juga
Saya tidak ingin bilang bahwa ini adalah sebuah kewajaran, namun ini yang selalu terjadi
Orang-orang menggunakan kehancuran, menggunakan apa pun untuk jadi tunggangannya
Saya tidak ingin, tapi saya hanya punya satu gagang sapu
Apa yang Mas inginkan dari pemimpin baru?
Apa? Satu saja
Transparansi
Transparansi
Sekarang saya tanya sama sampeyan
Tadi saya bercerita soal perundungan di institusi saya
Apakah sekarang masih terjadi di sekolah-sekolah, Mas?
Mas punya anak? Atau kalau ndak punya, sepupu mungkin, yang bersekolah?
Ya
Terjadi, ndak, di sekolahnya?
Masih dalam beberapa tempat, ya
Murid-murid yang baik itu suka dijauhi oleh murid-murid yang dalam tanda kutip "nakal"
Perbedaannya, murid-murid yang baik ini kalau di sekolah punya kemungkinan hidup lebih besar
Begini, sampeyan mengeluh masalah kondisi negara
Wajar
Namanya juga rakyat
Tapi orang suka lupa
Saya juga rakyat
Sama seperti semua orang yang ada di sini
Kita semua rakyat
Orang teriak-teriak ke kita yang berkuasa
Ini bukan krisis kekuasaan, Mas
Ini krisis identitas
[Instrumental]