Hindia
Apa Kabar, Ayah?
[Lirik “Apa Kabar, Ayah?”]

[Spoken word: Raynaldi Prakoso]
Sejak kau pergi semua terasa berbeda
Rumah yang dulu ramai menjadi sepi
Berat sekali rasanya mengingat kau sudah tak di sini
Ditinggalkan oleh seseorang yang menjadi panutan pertamaku di dunia ini
Baik atau buruk yang kau lakukan, dan yang kau ajarkan padaku
Akan kujadikan pelajaran untuk menjadikanku orang yang akan kau banggakan suatu hari nanti
Sekarang, mau tidak mau aku harus menggantikan beberapa hal posisimu di rumah
Itu pun berkat bantuanmu yang telah mengajarkanku berbagai hal
Tapi, masih banyak sekali yang belum kau ajarkan
Seringkali aku masih butuh bantuanmu
Tapi pada akhirnya aku harus berusaha sendiri
Menolak kepergianmu sangat menyiksa
Tapi menerimanya pun sangat menyakitkan
Seringkali aku harus bercanda atas kepergianmu di dеpan yang lain
Agar aku tidak terlihat sedih atas kepеrgianmu
Setidaknya, mengetahui engkau di sana sudah tidak menderita lagi dan bisa mengkonsumsi makanan manis dengan bebas
Sudah cukup membuat diriku senang
Mungkin suatu hari nanti kita akan bertemu lagi
Membuat kamu secangkir kopi seperti biasanya
Bertukar cerita, berdebat, dan memamerkan aku telah berhasil menjadi orang yang pantas kau banggakan dengan caraku sendiri berkat bantuanmu