Joe Million
Candu
[Produced by Senartogok]

[Verse 1: Joe Million]
Gulung aku dan bakar lalu hajar
Karena ku kan hancurkan masalah yang datang menampar
Asap memanjangkan sabar
Asap menanggalkan sadar
Asap mengajak menanjak ke atas menghadap Allah
Hasrat menara mengarahkan mata kepada fana
Padang pasir janjikan fatamorgana
Tiada kasih hanya nasib nantikan badan berbara
Tiada arti arah pasti bagaikan dalam sesalan
Sesekali menjadi pengalih namun tak ku tahu
Sekali menarik kembali menjadi terlalu jauh
Kadang aku pikir tuk benarkan diri
Apa yang ku pikir hanya pikir yang terlarut kalut
Lemparan dadu beradu menghantam dagu
Aku terjatuh pandangan kabur dan panasnya dada
Membuatku kagum dan terbangun dalam bangga
Tertipu ular wujud tangga

[Chorus]
Santap badan ini sangka jiwa hidup
Sangkar jasad ini tancap nisan itu

[Verse 2: Rand Slam]
Pernah ku coba berhenti di kepala mulai terbersit
Saat dadaku terjepit kepalkan tangan menjerit
Ku mengerti jika seperti ini tak bisa
Tapi setidaknya mereka bantu redam tangisan
Dan saat aliran dunia coba tuk hanyutkan aku
Mereka bantu aku agar tak terseret arus waktu
Dan waktu kumpulan kebohongan terikat emas
Di halusinasiku semua terlihat jelas
Dan ketika cibiran dan sindiran di kirimkan seketika
Butiran pil hitam beri pilihan
Tersingkirkan terpinggirkan ego personal dan persona
Tak ku hiraukan kilauan ku tak terpesona
Mereka bilang bahwa hidup hanya sementara
Sebelum mati kunikmati momen dengan bara
Api yang menyala bakar tabir distorsi
Ku hanya butuhkan Hip Hop, pil dan nikotin
[Back to Chorus]

[Verse 3: MG]
Pernah ku coba pergi tapi tak bisa menjauh
Buang semua dari otak tapi hatiku menaruh
Segenggam adiksi penjarakan jiwa tak semata
Karena ambisi tapi lebih dari yang ku kira
Hasratku perlahan lirih angkatku tenangkan diri
Sampan tanpa seman di tengah lautan gelap
Ku dihantarkan hingga ku terlelap
Seteguk demi seteguk telah menghanyutkan
Bawaku berlayar dan mengarungi lautan
Tenangkanku saat merasa bersalah
Bagai terbakarku dalam api yang menyala
Dan kau terbangkan ku kala hati telah merasa
Terbebas dari belenggu hidup yang terlalu kalut
Bawaku terlepas dari kemelut hidup yang berbalut
Tradisi dan norma mereka memandangku sinis
Coba menjatuhkanku sebelum ku capai garis finish
Santap badan ini sangka jiwa hidup
Sangkar jasad ini tancap nisan itu